
Training Leadership di Cirebon
Mastering Self-Leadership in Public Service Cirebon
“Transformasi Mentalitas Aparatur: Dari Pelaksana Tugas Menjadi Agen Perubahan Berkinerja Tinggi.”
Mewujudkan Insan BUMN & ASN BerAKHLAK yang mandiri, proaktif, dan berorientasi solusi—tanpa bergantung pada micromanagement pimpinan.
Program pelatihan ini dirancang untuk membekali para profesional, aparatur, maupun insan BUMN/korporasi dengan kemampuan kepemimpinan diri (self-leadership) yang solid.
Sebelum mampu memimpin orang lain atau mengelola proyek besar, seseorang harus mampu mengarahkan pola pikir, mengelola emosi, serta mengeksekusi tanggung jawabnya secara mandiri. Pelatihan ini mentransformasi mentalitas peserta dari bersikap pasif (Victim/Executor) menjadi pribadi berkinerja tinggi yang proaktif dan berorientasi solusi (Creator/Owner).
Mengapa Transformasi Birokrasi Membutuhkan Penguatan Self-Leadership?
Dalam mengawal pencapaian target Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), instansi sering kali terhambat oleh tantangan perilaku kerja harian:
X Mentalitas Pasif & Menunggu Arahan (Victim Mindset)
Pekerjaan dilakukan sebatas menggugurkan kewajiban rutin/SOP tanpa adanya sense of ownership terhadap kualitas hasil dan pelayanan.
X Ketergantungan Pengambilan Keputusan pada Pimpinan
Proses operasional dan pelayanan publik melambat karena pegawai enggan mengambil keputusan mandiri dalam koridor regulasi yang ada.
X Melapor Masalah Tanpa Alternatif Solusi
Saat terjadi kendala di lapangan atau aduan masyarakat, pegawai cenderung menumpukkan masalah kepada pimpinan tanpa disertai analisis atau usulan penyelesaian.
X Rentan Stres Dalam Tekanan Pelayanan
Kinerja dan respons emosional menjadi reaktif saat menghadapi keluhan masyarakat, beban kerja administrasi yang tinggi, maupun dinamika aturan yang berubah cepat.
Membumikan Nilai BerAKHLAK Melalui Kepemimpinan Diri (Self-Leadership)
Sosialisasi nilai-nilai dasar tidak akan cukup tanpa dibekali keterampilan mengelola diri sendiri.
TUJUAN PEMBELAJARAN (LEARNING OBJECTIVES)
Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Mengubah pola pikir reaktif menjadi proaktif melalui penguatan Internal Locus of Control.
- Mengelola pemicu emosi (triggers) dan tetap tenang dalam situasi kerja bertekanan tinggi menggunakan teknik jeda berpikir (S.T.O.P. Technique).
- Mengaplikasikan komunikasi asertif dalam menyampaikan gagasan, koordinasi, dan menetapkan batasan profesional.
- Mengelola prioritas kerja berbasis dampak (High-Impact Matrix) dan menyelesaikan masalah secara mandiri dengan Problem-to-Option Framework.
- Melakukan evaluasi kinerja mandiri secara obyektif melalui After-Action Review (AAR) dan mengeksekusi komitmen 21-Day Challenge.
PROFILE TRAINER MOTIVATOR DI CIREBON
Fahim Azim, C.Ht., C.NLP.
Master Trainer, Corporate Performance Coach & Experiential Facilitator
“Kepemimpinan dan kinerja luar biasa tidak dimulai dari mengelola orang lain, melainkan dari keberanian menguasai diri sendiri.”
Fahim Azim adalah seorang Facilitator & Performance Coach yang berfokus pada pengembangan Self-Leadership, kecerdasan emosional, serta akselerasi kinerja SDM di sektor publik, BUMN, maupun korporasi swasta.
Dengan latar belakang sebagai Certified Hypnotherapist (C.Ht.) dan NLP Coach (C.NLP), Fahim dikenal lewat gayanya yang interaktif, humoris, berenergi tinggi, serta kaya akan analogi praktis. Sesi pelatihannya tidak pernah menjadi sekadar ceramah teori satu arah, melainkan sebuah pengalaman pembelajaran (experiential learning) yang mengombinasikan pemahaman psikologi manusia dengan dinamika eksekusi kerja nyata.
Sebagai praktisi yang juga aktif di dunia outdoor adventure, Fahim memiliki keahlian unik dalam membaca dinamika manusia, melatih fokus, serta mengolah ruang emosi agar peserta merasa aman (psychologically safe) untuk belajar, berefleksi, dan bertumbuh.
AREA KEAHLIAN UTAMA (CORE EXPERTISE)
- Self-Leadership & Personal Accountability: Membangun Internal Locus of Control, menggeser Victim Mindset menjadi Creator Mindset.
- Emotional Mastery & Resilience: Pengelolaan pemicu emosi (triggers), komunikasi asertif, dan resiliensi di bawah tekanan kerja.
- Proactive Problem Solving: Membiasakan budaya Problem-to-Option Framework untuk efisiensi eksekusi tim.
- Mindset & Behavioral Change: Restrukturisasi pola pikir menggunakan pendekatan Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan Hipnoterapi Terapan.
LISENSI & SERTIFIKASI PROFESIONAL
- Certified Hypnotherapist (C.Ht.) – Indonesian Board of Hypnotherapy / Professional Body
- Certified NLP Coach & Practitioner (C.NLP) – Neuro-Linguistic Programming Framework
- Certified Professional Trainer – Experiential & Corporate Capacity Building
4 Pilar Transformasi Perilaku Kerja
PILAR 1: Internal Locus of Control & Creator Mindset
Berfokus pada Lingkaran Pengaruh (Circle of Influence) dan menghentikan kebiasaan menyalahkan kendala birokrasi.
PILAR 2: Resiliensi & Pengelolaan Emosi Pelayanan
Menguasai teknik STOP (Jeda Berpikir) untuk mengendalikan pemicu emosi saat menghadapi keluhan & tekanan kerja. │
PILAR 3: Problem-to-Option Framework & Optimalisasi SKP
Membiasakan diri menyusun 3 Opsi Solusi berbasis regulasi
sebelum berkonsultasi atau melapor kepada pimpinan.
PILAR 4: Continuous Growth & Evaluasi Mandiri (AAR)
Mengunci komitmen perubahan harian melalui After-Action
Review (AAR) dan 21-Day Self-Leadership Challenge.
RINCIAN MODUL & MATERI PEMBELAJARAN
MODUL 1: Mindset Shift & Internal Locus of Control
- Pokok Bahasan:
- Konsep Dasar Self-Leadership: Victim Mindset vs. Creator Mindset.
- Teori Locus of Control: Menggeser kendali dari faktor luar (External) ke dalam diri (Internal).
- Circle of Concern vs. Circle of Influence: Memfokuskan energi pada hal-hal yang dapat dikendalikan.
- Metode & Aktivitas:
- Paparan konsep interaktif.
- Self-Assessment: Pemetaan pola pikir dan identifikasi blind spot.
- Latihan Reframing: Mengubah narasi mengeluh/reaktif menjadi kalimat berdaya.
MODUL 2: Emotional Mastery & Response Control
- Pokok Bahasan:
- Memahami Amygdala Hijack & mekanisme pemicu emosi (emotional triggers) di tempat kerja.
- The Power of the Pause: Menjaga ruang jeda antara stimulus dan respons eksternal.
- Penerapan Teknik S.T.O.P. (Stop, Take a breath, Observe, Proceed).
- Prinsip Komunikasi Asertif menggunakan formula I-Message.
- Metode & Aktivitas:
- Simulasi pengenalan pemicu emosi kerja.
- Roleplay komunikasi asertif berpasangan saat menerima kritik atau beban kerja mendadak.
MODUL 3: High-Impact Execution & Problem Solving
- Pokok Bahasan:
- High-Impact Prioritization Matrix: Membedakan High-Impact Tasks vs. Busy Work.
- Manajemen Energi & Fokus Kerja (Flow State).
- Penerapan Problem-to-Option Framework: Menyiapkan 3 Opsi Solusi berbasis SOP/regulasi sebelum melapor kepada pimpinan.
- Metode & Aktivitas:
- Studi kasus riil kendala operasional.
- Praktik lembar kerja Solution-Option Template secara mandiri dan kelompok.
MODUL 4: Continuous Growth & Action Commitment
- Pokok Bahasan:
- After-Action Review (AAR): Kerangka refleksi mandiri pasca-eksekusi tugas/proyek.
- Konsep Feedforward: Memberikan dan menerima masukan yang berorientasi pada perbaikan masa depan.
- Penyusunan komitmen perubahan perilaku (21-Day Self-Leadership Challenge).
- Metode & Aktivitas:
- Praktik Peer Feedforward Session berpasangan.
- Penyusunan Lembar Komitmen Pribadi dan penunjukan Accountability Partner.
Keunggulan Metodologi Program Training Leadership di Cirebon
- Metode Experiential Learning (30% Teori | 70% Praktik): Peserta terlibat aktif melalui pengisian worksheet refleksi, roleplay komunikasi asertif, dan diskusi penyelesaian masalah riil.
- Aplikasi Pasca-Pelatihan (21-Day Challenge): Dilengkapi instrumen pantau komitmen harian dan Accountability Partner untuk memastikan perubahan perilaku yang berdampak jangka panjang.
Siap Mewujudkan ASN & Insan BUMN Berkinerja Tinggi?
Dapatkan draf proposal Training leaderhip di Cirebon , silabus detail, dan jadwal diskusi koordinasi program untuk unit kerja atau instansi Anda.
untuk program training Softskill,capacity building & leaderhip training di cirebon bisa konsultasikan kebutuhanya kepada kami.


